Gelombang penipuan digital kembali mengancam keamanan akun perusahaan. Kali ini, sejumlah penjahat siber memanfaatkan popularitas OpenAI, SpaceX, dan Anthropic untuk menjalankan kampanye phishing yang menargetkan akun Microsoft dan Google milik karyawan.
Modus tersebut dilakukan melalui undangan acara palsu yang menawarkan berbagai keuntungan menarik, mulai dari akses gratis layanan kecerdasan buatan (AI) hingga hadiah eksklusif. Namun, di balik penawaran tersebut, terdapat upaya pencurian informasi login dan sesi autentikasi pengguna.
Temuan ini diungkap oleh perusahaan keamanan siber Push Security pada 5 November 2026. Kampanye tersebut terdeteksi menggunakan sejumlah layanan phishing untuk mengelabui calon korban.
Nama Perusahaan Teknologi Dijadikan Umpan Penipuan
Para pelaku membuat halaman pendaftaran acara yang menyerupai kegiatan resmi perusahaan teknologi ternama.
Salah satu halaman menawarkan akses ChatGPT Pro gratis selama tiga bulan. Sementara itu, undangan lain mengatasnamakan SpaceX dengan iming-iming akses Grok Heavy dan hadiah saham perusahaan.
Nama Anthropic juga digunakan untuk mempromosikan acara yang diklaim berkaitan dengan AWS re:Invent 2026.
Dua Platform Phishing Digunakan Penyerang
Menurut laporan Push Security, kampanye ini memanfaatkan dua layanan phishing-as-a-service, yaitu Kali365 dan VoidProxy.
Keduanya memiliki fungsi berbeda dalam mencuri informasi autentikasi pengguna.
- Kali365: Digunakan untuk menjalankan serangan phishing berbasis kode perangkat terhadap akun Microsoft.
- VoidProxy: Memanfaatkan teknik perantara untuk menangkap kredensial dan sesi autentikasi akun Google.
Kombinasi tersebut memungkinkan pelaku memperoleh akses akun tanpa harus selalu mengetahui kata sandi korban secara langsung.
Akun Microsoft dan Google Menjadi Target
Modus penipuan ini dirancang agar terlihat seperti proses pendaftaran acara biasa. Korban diminta masuk menggunakan akun kerja Microsoft atau Google untuk memperoleh hadiah yang dijanjikan.
Padahal, proses tersebut justru membuka peluang bagi penyerang mencuri informasi autentikasi.
Autentikasi Ganda Tidak Selalu Cukup
Salah satu hal yang membuat serangan ini berbahaya adalah kemampuannya melewati sebagian perlindungan autentikasi multifaktor (MFA).
Melalui pencurian token dan cookie sesi, pelaku berpotensi mempertahankan akses meskipun pengguna telah menyelesaikan proses verifikasi tambahan.
Cara Menghindari Serangan Phishing Berkedok AI
Pengguna perlu lebih berhati-hati ketika menerima undangan acara teknologi yang menawarkan hadiah atau akses premium secara gratis.
Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:
- Periksa keaslian penyelenggara acara melalui kanal resmi.
- Jangan memasukkan kode autentikasi perangkat dari sumber tidak dikenal.
- Hindari halaman login yang berasal dari undangan mencurigakan.
- Gunakan autentikasi tahan phishing seperti kunci keamanan FIDO2.
- Segera laporkan aktivitas login yang tidak dikenal kepada tim keamanan perusahaan.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa popularitas teknologi AI juga dapat dimanfaatkan sebagai alat rekayasa sosial. Karena itu, kewaspadaan pengguna tetap menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan akun digital.
Baca juga : Marc Marquez Tercepat di FP1 MotoGP Qatar 2026, Martin P5


Leave a Reply